Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar


Menulis karya ilmiah adalah salah satu tugas yang sering diberikan kepada mahasiswa. Ada banyak bentuk karya ilmiah salah satunya adalah makalah. Makalah biasanya dibuat untuk melengkapi tugas dari mata kuliah tertentu.





Kamu harus tahu bagaimana cara menyusun makalah yang baik. Makalah sudah ada pedomannya yang pasti. Berikut prosedur menyusun makalah sesuai pedoman yang berlaku.





Pengertian Makalah





Pengertian makalah yaitu bentuk karya tulis mengenai sebuah topik atau permasalahan tertentu yang dibahas dari sudut ilmiah sesuai hasil kajian teori maupun praktek di lapangan.





Teori lain mengatakan bahwa pengertian makalah yaitu suatu esai atau tesis terutama yang dipresentasikan dalam kuliah akademik, seminar, maupun yang dipublikasikan di jurnal akademik.





Itu artinya makalah adalah karya tulis yang disusun pelajar atau mahasiswa untuk laporan hasil pelaksanaan praktek di lapangan. Makalah pun sering dibuat tenaga pendidik mulai dari guru, kepala sekolah, dosen, rektor, dan lainnya.





Makalah tersebut biasanya berisi argumentasi hasil riset dan ditambahkan juga hipotesis dan asumsi dari topik yang dibahas. Intinya sebuah makalah itu berisi pembahasan topik dari hasil pemikiran sendiri, belum pernah diterbitkan, berisi hal-hal terkini serta mendasarkan pada ilmu pengetahuan.





Perbedaan Makalah, Paper dan Jurnal Ilmiah





Makalah :  berupa tulisan ilmiah yang disusun dari hasil pengamatan dan atau penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya dipresentasikan di seminar, sidang, maupun forum diskusi. Makalah disusun dari sebuah studi literatur dan atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan. Cakupan makalah seputar topik dalam sebuah mata kuliah.





Paper : merupakan jenis tulisan ilmiah yang disusun menggunakan format khusus. Umumnya paper merupakan hasil penelitian baru. Namun paper pun dapat berbentuk ulasan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Paper lazimnya berisi tiga aspek inti yaitu topik, data, dan argumen.





Jurnal Ilmiah : merupakan media (sejenis majalah cetak atau online) untuk menerbitkan paper yang ditulis para peneliti. Jurnal ilmiah yang benar biasanya punya sistem peer-review dengan tujuan menyeleksi paper yang dikirim ke jurnal ilmiah itu patut dipublikasikan atau tidak. Penyusunan jurnal ilmiah wajib menggunakan landasan penelitian ilmiah. Jurnal ilmiah pun bisa diartikan media yang menampung banyak artikel ilmiah yang diterbitkan secara berkala, disusun oleh para pakar yang melaporkan hasil penelitian terbaru mereka.





Jenis-jenis Makalah





Makalah umumnya dibedakan menjadi makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper). Makalah biasa adalah makalah yang disusun untuk membuktikan pemahaman penulis dari topik yang dikaji.





Pada makalah jenis ini akan diuraikan secara deskriptif sejumlah teori atau pandangan mengenai topik yang dibahas. Penulis pun menyampaikan pendapat dalam bentuk saran atau kritik perihal pendapat yang diutarakan.





Dengan begitu, isi makalah biasa tak usah memberikan argumentasi demi mempertahankan pendapat yang diyakini. Penyusun makalah biasa akan lebih lepas, tak terikat posisi atau jabatan. Jenis makalah yang kedua adalah makalah posisi (position paper).





Ialah makalah yang disusun untuk membuktikan posisi teoritik dari sebuah studi. Makalah posisi tak semata membuktikan penguasaan bidang ilmu tertentu, namun juga untuk memperlihatkan posisi penulis berikut bukti-buktinya dalam bentuk teori ilmiah yang sesuai.





Agar bisa menyusun makalah posisi, penulis tak cuma diharuskan menguasai teori ilmiah tertentu yang mendukung, namun segala teori berbeda pun wajib dipelajari.





Makalah posisi disusun sesuai posisi penulis, umpamanya seseorang yang menulis makalah karena ia menjabat menteri, gubernur, pakar, maupun bentuk jabatan lain. Penulis terikat karena jabatan yang ditentukan panitia.





Menurut cara penyusunan dan pemakaian tata bahasa yang diperuntukkan makalah dibedakan menjadi :





  • Makalah Dedukatif, adalah makalah dengan pembahasan mengacu pada data primer misalnya hasil rapat, survei maupun data lapangan yang betul-betul nyata. Makalah jenis dedukatif ini kerap dibuat mahasiswa sebagai bagian dari tugas mata kuliah.




  • Makalah Indukatif, adalah makalah dengan isi pembahasan menurut data sekunder misalnya buku, tesis ataupun studi teoritis lain. Makalah jenis ini biasanya dibuat oleh pelajar tingkat SMA atau SMP.




  • Makalah Campuran, adalah makalah dengan isi pembahasan mengacu pada data primer dan juga sekunder. Tujuan penggunaan kedua data itu adalah agar hasil laporan akurat. Makalah jenis ini banyak dibuat oleh pelaku akademik di tingkat universitas.




Struktur Makalah





Ketika menyusun sebuah makalah maka harus berpedoman pada struktur baku yang berlaku. Secara garis besar struktur sebuah makalah terdiri dari :





1. Sampul atau Cover





contoh cover makalah
contoh cover makalah




Berisi judul makalah dan nama penulis, logo institusi, tempat dan tahun terbit atau tahun pembelajaran. Nama penulis harus diketik secara jelas dan lengkap dengan huruf kapital tanpa menggunakan singkatan dan tanpa mencantumkan gelar.





2. Kata Pengantar





contoh kata pengantar makalah
contoh kata pengantar makalah




Menjelaskan dengan singkat materi yang dibahas dalam makalah. Tujuannya supaya pembaca memiliki gambaran isi makalah tersebut.





3. Daftar Isi





contoh daftar isi makalah
contoh daftar isi makalah




Berisi detil nomor halaman dari isi makalah. Tiap bab dan sub-bab ditambahkan informasi halaman sehingga pembaca akan mudah mencari informasi yang hendak dibaca. Dalam halaman ini pun berisi daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran bila memang menggunakan.





4. Pendahuluan





Berisi penjelasan awal topik penelitian atau pengamatan dari pendapat penulis. Pendahuluan tak ditulis mendalam, tapi hanya sisi luarnya saja yang penting telah mencakup inti makalah.Pendahuluan pun bisa mengemukakan inti dari masalah awal yang dihadapi.





a. Latar Belakang





contoh latar belakang makalah
contoh latar belakang makalah




Dalam halaman ini penulis memberikan penjelasan umum masalah yang dihadapi, dan mengapa masalah itu harus diteliti lalu dianalisa. Latar belakang mesti diungkapkan dengan jelas namun masih bersifat umum sehingga mudah dimengerti.





b. Rumusan Masalah





contoh rumusan masalah makalah
contoh rumusan masalah makalah




Rumusan masalah adalah inti dari masalah yang dibahas. Umumnya rumusan masalah dibuat dengan kalimat singkat, padat, tak melebihi satu paragraf dengan memuat pokok pertanyaan. Seringnya hanya terdiri dari 2 hingga 3 pertanyaan. Harus ada kesesuaian dari rumusan masalah, isi sekaligus kesimpulan.





c. Tujuan Pembahasan





Tujuan pembahasan termasuk dalam pendahuluan yang memuati jawaban dari rumusan masalah. Contohnya rumusan masalah : apa saja yang unsur-unsur penulisan kata. Kemudian isinya menjelaskan jenis-jenis penulisan kata.





5. Isi atau Pembahasan





ilustrasi isi atau pembahasan makalah
ilustrasi isi atau pembahasan makalah




Isi atau pembahasan makalah terdiri dari sejumlah sub-bab materi pembahasan. Bagian ini akan mengemukakan permasalahan, penelitian yang dijalankan, metode penelitian, lokasi penelitian, obyek penelitian, dan penjabaran data yang didapatkan dari lapangan.





6. Bab Penutup





Bab penutup berisi sub-bab kesimpulan dan saran. Memuat harapan penulis untuk pembaca agar hasil penelitian tersebut berguna untuk pembaca. Kecuali itu penulis dapat menyampaikan kesan dan pesan sekaligus ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis merampungkan penelitian.





a. Kesimpulan





contoh kesimpulan pada makalah
contoh kesimpulan pada makalah




Kesimpulan pada makalah merupakan penjelasan hasil penelitian yang didapat. Dengan kata lain yaitu solusi dari rumusan masalah. Hasil penelitian diperoleh dengan menganalisa rumusan masalah, berikutnya dianalisa dengan menerapkan dasar teori dan metode penelitian yang diambil, dengan begitu diperoleh kesimpulan.





b. Saran





Saran dalam makalah adalah sebuah usulan atau ide baru dari permasalahan yang ada pada rumusan masalah. Biasanya saran ditujukan untuk para pembaca agar dapat memanfaatkan isi dari makalah.





7. Daftar Pustaka





contoh daftar pustaka di makalah
contoh daftar pustaka makalah




Yang terakhir adalah daftar pustaka, halaman ini berisi daftar rujukan yang digunakan untuk menyusun materi makalah. Untuk daftar pustaka dalam sebuah makalah lazimnya berisi setidaknya 25 referensi.





Baca : Cara Menulis Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber





Cara Membuat Makalah





Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk membuat makalah dengan urut-urutan sebagai berikut :





1. Pilih topik





Yang dilakukan pertama kali untuk cara membuat makalah adalah memilih topik. Ketika memilih topik, temukan sesuatu yang memenuhi kriteria berikut: Apakah topik tersebut menarik untuk kamu? Kalau kamu bosan dengan topik tersebut, kamu mungkin akan bosan dengan pembaca.





Karena itu pilih sesuatu yang baru dan menarik, bukan sesuatu yang sudah banyak dibahas. Apakah tersedia informasi yang cukup mengenai topik tersebut?





Apakah informasi mengenai topik tersebut tersedia dalam berbagai bentuk (misalnya Majalah, surat kabar, Internet, video, buku referensi, pamflet, wawancara yang memungkinkan, dll.)?





Mohon diingat: apabila informasi terlampau banyak, kamu mungkin harus mempersempit atau membatasi topik. Pilih topik yang akan memungkinkan kamu untuk menyusun, menganalisis, dan menafsirkan informasi dari berbagai sumber dengan begitu makalah kamu menjadi sumber informasi yang berharga bagi pembaca.





2. Tentukan tesis dari masalah yang akan dibahas





Sebuah makalah penelitian haruslah merupakan jawaban yang panjang atau serangkaian jawaban untuk pertanyaan yang mungkin dimiliki pembaca.





Pertanyaan apa yang ingin kamu jawab mengenai topik yang kamu pilih? Misalnya : Mengapa bisnis Jepang begitu sukses? Apa peran analisis DNA dalam investigasi kriminal?





Setelah kamu mengajukan pertanyaan, ungkapkan dalam bentuk pernyataan terfokus yang akan memungkinkan kamu memakai informasi yang tersedia untuk membuktikannya.





Ketika merumuskan tesis, pakai kata-kata spesifik dan konkret. Tesis kamu tak harus menjadi kebenaran absolut namun sesuatu yang akan memancing pemikiran dan bisa dibuktikan dengan penelitian yang akan kamu lakukan.





Kamu sekarang dapat membuat pertanyaan penelitian menjadi pernyataan tesis yang efektif dan terfokus, misalnya : Bisnis Jepang sangat sukses karena suasana keluarga dalam bisnis dan etos kerja yang kuat dalam budaya Jepang; Analisis DNA akan merevolusi penggunaan bukti dalam persidangan pidana.





3. Pikirkan semua sumber yang mungkin





Berpikir secara global. Jangan membatasi hanya pada buku, majalah, dan internet.





4. Temukan dan evaluasi sumber untuk kesesuaian pembahasan





Bisa dari buku, video, kaset audio, file, dll. Mengevaluasi sumber-sumber rujukan tersebut untuk otoritas, objektivitas, dan akurasi. Cek tanggal penerbitan, materi yang lebih dari lima tahun mungkin tidak cocok untuk topik tertentu. Sumber-sumber dari internet pun harus dengan pertimbangan khusus.





5. Akses materi





Akses sumber informasi yang memungkinkan dengan membaca, mendengarkan, melihat, atau menyentuh materi yang ingin ditulis dalam makalah.





6. Persiapkan halaman yang dikutip





Mempersiapkan halaman yang ingin dikutip dengan cara catat informasi buku seperti judul, tahun terbit, penerbit serta nama penulis dan halaman di mana kutipan tersebut berada.





7. Finalisasi pernyataan tesis dan siapkan outline





Garis besar harus berfungsi sebagai peta jalan untuk perjalanan kamu dengan tesis sebagai penunjuk arah. Garis besar ini akan memberi tahu kamu ke mana harus melangkah. Saat menulis garis besa, ingatlah tujuan yang akan kamu capai.





Tesis harus ditempatkan di awal outline di mana kamu bisa sering merujuknya. Outline tidak dimaksudkan untuk menghambat atau membatasi kamu. Itu boleh diubah dan direvisi untuk memungkinkan kamu membuktikan tesis lebih efektif.





8. Gunakan informasi





Baca bahan sumber, lihat video, dengarkan kaset atau wawancara dan catat. Mencatat akan membantu kamu membangun cara sehingga dapat dengan mudah mengambil informasi yang telah kamu teliti.





Ada banyak cara untuk membuat catatan. Metode yang disukai misalnya menggunakan kartu indeks, grafik organisator, dan metode lain. Metode apa pun yang kamu gunakan, pastikan untuk memasukkan: judul subjek, catatan, dan identifikasi sumbernya.





Identifikasi sumber sangat penting dalam upaya menghindari plagiarisme. Saat memparafrasekan, bacalah sumber setidaknya satu kali, cerna, kemudian tulis ide-ide utama dengan kata-kata kamu sendiri, dan kemudian cek ketepatannya.





9. Mensintesis





Atur makalah kamu sesuai dengan garis besar yang telah ditetapkan. Perbaiki pernyataan dan garis besar tesis kamu.





10. Evaluasi





Evaluasi apa yang telah kamu bahas?. Nilailah hasil pekerjaan dalam melakukan penelitian (efektivitas) dan proses penelitian (efisiensi). Apakah makalah ini efektif? Apakah proses pemecahan masalah yang dijelaskan efisien?





Kesimpulan





Sebagai pelaku akademis, membuat makalah adalah makanan sehari-hari. Cara membuat sebuah makalah itu tidak sembarangan, ada hal-hal yang harus diperhatikan dan struktur yang benar. Selain itu bahasa yang digunakan juga harus efektif.





Sekian, semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar"