Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Izin Usaha Perdagangan: Pengertian dan Cara Membuat

Indonesia adalah negara hukum, di mana hampir semua elemen kehidupan warga negara Indonesia diatur dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku termasuk membuat usaha perdagangan. Ketika kita hendak memulai sebuah usaha perdagangan, kita membutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.

Mulai dari usaha perdangangan yang kecil hingga ke besar sekalipun, tetap membutuhkan SIUP. Maka dari itu ada bermacam-macam dan jenis SIUP. Berikut ulasan lengkap tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Surat izin usaha perdagangan atau biasa kita menyebutnya dengan singkatan SIUP adalah surat izin untuk melaksanakan usaha perdagangan. SIUP ini berfungsi sebagai alat atau bukti pengesahan dari usaha perdagangan yang hendak dilakukan. SIUP wajib dimiliki oleh orang atau badan yang atau akan memiliki usaha perdagangan.

Surat Izin Usaha Perdagangan dikeluarkan oleh pemerintah setempat (daerah) dan dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hukum. Surat Izin Usaha Perdagangan tidak hanya dibutuhkan oleh usaha berskala besar saja melainkan juga usaha kecil dan menengah agar usaha yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan pengesahan oleh pemerintah.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadi masalah yang dapat mengganggu perkembangan usaha di kemudian hari. Berikut adalah contoh SIUP.

contoh siup

Jenis Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

  • SIUP MIKRO: SIUP yang diberikan kepada Perusahaan Perdagangan Mikro atau kecil-kecilan, dengan modal usaha dan kekayaan bersih seluruhnya tidak lebih dari Rp. 50 Juta.
  • SIUP KECIL: SIUP yang wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal usaha dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya sebesar Rp. 50 Juta sampai dengan Rp. 500 Juta. Modal dan kekayaan tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  • SIUP MENENGAH: SIUP menengah wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal usaha dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya sebesar Rp. 500 Juta sampai dengan Rp. 10 Miliar, modal tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  • SIUP BESAR: SIUP ini wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal usaha dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya lebih dari Rp. 10 Miliar dan tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Syarat Administrasi Permohonan SIUP

Sebelum mengurus SIUP ada beberapa dokumen yang harus disiapkan sebagai persyaratan administrasi. Syarat pembuatannya SIUP pun dibedakan berdasarkan jenis atau bentuk usaha yang dijalankan.

a. Syarat SIUP untuk Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang sahamnya.
  • Fotokopi Kartu Keluarga jika penanggungjawabnya seorang perempuan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU.
  • Fotokopi Akta Pendirian PT dan fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum.
  • Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Prinsip.
  • Neraca perusahaan.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Materai Rp6.000.
  • Surat izin teknis dari instansi terkait jika diminta.

b.  Syarat SIUP untuk Koperasi

  • Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi.
  • Fotokopi NPWP dan Fotokopi Akta Pendirian Koperasi.
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas.
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda).
  • Neraca koperasi.
  • Materai senilai Rp6.000.
  • Pas foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar).
  • Izin lain yang terkait (Misalnya jika usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

c. Syarat SIUP untuk Perusahaan Perseorangan

  • Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat keterangan domisili atau SITU.
  • Neraca perusahaan.
  • Materai Rp6.000.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).
  • Surat izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

d. Syarat SIUP untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi KTP Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan.
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka.
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM.
  • Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab/pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 cm (2 lembar).

Namun, jika kegiatan usaha bukan milik sendiri, kamu harus melengkapi syarat di atas ditambah Surat Izin Pemilik sebagai bukti ketidakberatan penggunaan tanah/bangunan yang dimaksud. Surat Izin ini juga harus ditandatangani di atas materai sebagai bukti perjanjian sewa-menyewa antara pelaku usaha dan pemilik tempat.

Cara Membuat SIUP

Sebelum datang ke kantor Dinas Perdagangan, lengkapi dulu syarat-syarat administrasi yang telah dijelaskan di atas. Setelah melengkapi persyaratan administrasi, kamu bisa langsung mendatangi Kantor Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten atau kota atau di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Berikut panduan membuat SIUP :

  1. Ambil Formulir Pendaftaran
    Sebagai pemilik usaha, kamu bisa langsung mendatangi Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat dan mengambil formulir pengajuan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, jika kamu tidak dapat hadir, kamu bisa mengurusnya melalui orang yang telah diberikan kuasa. Sukup lampirkan surat kuasa dengan materai dan telah kamu tandatangani.
  2. Isi Formulir Pendaftaran
    Isi formulir yang disediakan oleh Kantor Dinas Perdagangan secara lengkap dan benar, lalu tandatangani formulir tersebut di atas materai Rp 6.000. Formulir ini hanya dapat ditandatangani oleh Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan.

    Setelah itu, fotokopi formulir tersebut sebanyak 2 rangkap dan gabung dengan syarat administrasi pembuatan SIUP. Lalu lampirkan surat bermaterai khusus, jika kamu menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengurus pembuatan SIUP perusahaan  kamu.
  3. Bayar Biaya Pembuatan SIUP
    Setelah melengkapi formulir permohonan SIUP, kamu harus melakukan pembayaran biaya pembuatan SIUP. Di mana, biaya pembuatan SIUP di setiap kota atau kabupaten akan berbeda-beda dan diatur oleh Peraturan Daerah masing-masing.
  4. Ambil SIUP
    Surat Izin Usaha Perdagangan ini biasanya akan siap dan bisa kamu terima kurang lebih selama 2 minggu setelah waktu permohonan. Petugas Kantor Dinas Perdagangan akan menghubungi kamu untuk memberitahu bahwa SIUP perusahaan telah selesai dan siap untuk diambil di Kantor Dinas Perdagangan tempat kamu mengurus SIUP tersebut.

kesimpulan

Jika kamu ingin memulai usaha mikro maupun besar sekalipun, SIUP ini wajib hukumnya. Karena jika terjadi apa-apa dengan perusahaan atau usaha kamu, maka akan mudah mengurusnya. Buat lah SIUP sesuai jenis usaha yang kamu rintis. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Surat Izin Usaha Perdagangan: Pengertian dan Cara Membuat"

Berlangganan via Email