Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Contoh Cerpen Singkat serta Penjelasan Mengenai Cerpen


Ada banyak sekali contoh cerpen yang ada di internet. Namun pada kenyataannya banyak dari contoh cerpen tersebut tidak atau kurang lengkap. Di artikel ini akan disajikan contoh cerpen singkat serta penjelasannya.





Cerita pendek atau cerpen tetap saja memikat untuk dibaca. Kamu tentu sudah pernah membaca cerpen baik itu di majalah atau sumber-sumber di internet.





Mencoba menulis cerita pendek adalah tempat yang tepat untuk memulai karir menulis kamu. Tetapi bagaimana cara menulis cerita pendek yang mampu membuat pembaca tersentuh dan terbawa dengan suasana yang dibangun dalam cerita?





Pengertian Cerpen





Cerpen merupakan sebuah cerita fiksi singkat dimana di dalamnya menceritakan beberapa tokoh yang terlibat yang memiliki karakternya sendiri-sendiri.





Dalam cerpen biasanya  berisi konflik yang boleh jadi lazim terjadi dalam kehidupan sebenarnya. alur cerita dalam cerpen biasanya dimulai dengan adanya konflik antar tokoh yang kemudian mencapai puncaknya dan akhirnya ada penyelesaian.





Cerpen biasanya disajikan secara padat dan ringkas dengan jumlah kata tak lebih dari 8.000 kata.  Kebanyakan cerpen hanya berisi 2.000 hingga 5.000 kata tetapi mikrofiksi malah mungkin kurang dari 500 kata.





Meski ringkas namun makna yang dihadirkan cukup dalam. Karena alasan itulah yang sebagian besar orang suka membaca cerpen.





Struktur Cerpen





Kamu harus tahu bahwa setidaknya harus ditemukan 6 bagian yang membentuk sebuah teks cerpen yang utuh yaitu :





  1. Abstrak, adalah bentuk awal dari kisah yang hendak diceritakan.Namun ini sifatnya opsional. yang boleh ada atau boleh juga dihilangkan.
  2. Orientasi, ini terkait dengan waktu, suasana, dan lokasi yang digunakan dalam cerpen.
  3. Komplikasi, merupakan urutan peristiwa yang dikaitkan dalam hubungan sebab akibat. Karakter dan watak tokoh umumnya akan muncul dalam bagian ini.
  4. Evaluasi, di sini menceritakan konflik yang muncul akan mencapai puncak lalu mulai menemukan solusinya.
  5. Resolusi, pada bagian ini kamu sebagai pengarang harus bisa memberikan jalan keluar dari konflik yang diderita tokoh.
  6. Koda, yaitu pelajaran atau nilai yang dapat diperoleh pembaca setelah menyimak alur cerpen ini.




Unsur-unsur Cerpen





Menulis cerita pendek adalah seni, meskipun begitu jauh lebih ringkas daripada novel. Ini tentang sebuah kisah yang diceritakan dengan baik. Ide cerpen ada di sekitar kamu, dan kamu bisa belajar mengenalinya.





Kemudian kamu bisa menulis dengan percaya diri dan menikmati prosesnya. Banyak fiksi dimulai dengan memori akan seseorang, masalah, ketegangan, ketakutan, konflik yang selalu tumbuh dalam pikiran.





Tulis draf tulisan cerpen pertama kamu hanya untuk mendapatkan dasar-dasar cerita tanpa khawatir tentang tata bahasa, klise, atau apa pun kecuali plot.





Buat karakter dari orang yang kamu kenal bisa kerabat, sahabat atau tetangga. Brainstorming orang yang menarik, unik, inspiratif, berpengaruh dengan mencampuradukkan penampilan, usia, jenis kelamin, ciri, suara, kebiasaan, dan karakteristik.





Karakter yang dihasilkan akan menjadi campuran dari mereka. Nah, agar menjadi sebuah alur cerita cerpen yang baik, beberapa unsur berikut harus kamu perhatikan.





Unsur Intrinsik Cerpen





  1. Tema, ide utama sebagai dasar cerita.
  2. Plot, dimulai dengan perkenalan, konflik, klimaks, solusi.
  3. Setting, terdiri dari latar tempat  waktu, dan suasana.
  4. Tokoh, merupakan tokoh yang terlibat dalam cerita.
  5. Penokohan, adalah karakter dari tokoh yang terlibat.
  6. Sudut Pandang, bisa digunakan sudut pandang orang pertama menggunakan "aku" atau sudut pandang orang ketiga menggunakan "dia".
  7. Amanat, merupakan pesan moral yang diselipkan sehingga pembaca mendapatkan pelajaran hidup dari cerita ini.




Unsur Ekstrinsik Cerpen





  1. Latar Belakang Masyarakat, unsur ini bisa berpengaruh pada jalan cerita yang digunakan. Contohnya: ideologi, situasi politik, sosial, maupun ekonomi masyarakat.
  2. Latar Belakang Pengarang, bisa berupa pemahaman, atau motivasi pengarang dalam menulis cerita. Latar belakang pengarang ini bisa berupa : biografi atau riwayat hidup pengarang yang akan berpengaruh pada alur cerita sesuai pengalaman pribadinya, kondisi mental dalam bentuk mood, motivasi, semangat yang juga bisa mempengaruhi cerita yang disajikan, aliran sastra yang dianut pengarang pun bisa menentukan gaya penulisan dan logat yang dipakai dalam cerita.




Contoh Cerpen Singkat





Setelah mengetahui pengertian cerpen hingga ke unsur-unsur cerpen. Di bawah ini adalah beberapa contoh cerpen singkat tentang pengalaman, pendidikan, motivasi, remaja, dan lucu.





Contoh Cerpen Singkat Cinta





Contoh Cerpen Singkat Cinta






Senyum Sang Senja






“ Saya mencintaimu, Gaza. Bukan sebab tampangmu, tetapi keluhuran budimu. Bisa jadi kau berpikir saya sama semacam wanita yang kerap mengejarmu itu. Hinadina. Tetapi saya tidak semacam mereka, saya tulus.” Kata wanita itu tertunduk.





“ Wanita bodoh”, pekikku.“ Tidak usahlah kau rendahkan dirimu semacam itu. Kau sama saja dengan gadis- gadis itu. Tidak terdapat apa- apanya.”





Ia masih merunduk. Tidak dapat ku baca rona mukanya. Entah marah, kecewa, pilu. Masa bodoh. Saya lalu, meninggalkannya sendirian, masih mematung di tempatnya. Ia sudah terluka, gumamku. Serta saya tidak hirau.





Saat ini, wanita itu kembali berdiri di hadapanku. Sehabis 9 tahun terpisah. Dia masih sama, santun serta ramah.





“ Lama tidak bertemu Gaza. Apa berita?” Sapanya mengulum senyum.





“ Baik Doktor.” Jawabku pendek.





“ Ah, kau bicara sangat resmi. Biasa sajalah. Kita ini kan kawan, seumuran pula.”





Doktor Raudhotul Jannah, kawan semasa SMA, saat ini hendak jadi pembimbing tesisku. Wanita yang dahulu pernah ku campakkan dengan kalimat kasarku.





Tuhan, kenapa wajib wanita ini?





3 bulan sudah lalu. Tibalah tes tesisku. Saya berharap usahaku tidak percuma.





“ Selamat Gaza. Kalian lulus. Tidak percuma Doktor Rara membimbingmu sepanjang ini. Berterima kasihlah padanya.” Kata profesor Idharin As- siasy.





Di sore yang indah, di tepi tepi laut kenangan, saya duduk bersama Doktor Rara. Saya mengajaknya berjumpa buat mengucapkan terima kasih pula buat suatu yang lain.





“ Terima kasih Doktor. Berkat kesabaran Doktor dalam membimbing aku, aku dapat lulus dengan nilai terbaik.” Kataku memecah kebisuan.





“ Kau kelewatan Gaza. Saya cuma sedikit menolong Selainnya merupakan usaha serta kerja kerasmu sendiri.”





Sepi. Atmosfer kembali sepi. Tidak terdapat yang berani membuka suara.





Kesimpulannya, saya juga memberanikan diri.





“ Maaf buat seluruh perkataan kasarku dahulu. Saya percaya kau sangat terluka. Saya keterlaluan. Mencampakkan wanita sepertimu. Tidak menghargai keberanianmu.”





“ Tidak apalah. Itu masa kemudian, telah lama sekali. Saya tidak terluka sedikitpun. Sebab saya tau, kau tidak betul- betul mengucapkannya dari hatimu.”





Sangat mulia hati wanita itu. Senyumnya merekah, menembus palung hatiku yang terdalam. Saya rasa, saya mempunyai perasaan itu. Perasaan yang sama kayaknya, waktu dahulu.





Serta saya tidak berani mengutarakannya. Saya sangsi dia hendak menerimanya mengingat perlakuan burukku terhadapnya dahulu. Tetapi rasa ini terus menyiksaku. Tidak terdapat opsi lain. Saya wajib jujur.





“ Saya mencintaimu.” Sepi. Cuma deburan ombak yang mengiringi keberanianku itu.





Dengan sesungging senyum, dia berujar.“ Saya masih sama. Tidak sempat berganti. Masih mencintaimu sampai detik ini.”





Saya tertegun. Tidak yakin dia hendak mengatakan semacam itu. Tetapi saya senang, senang yang tidak terdefinisi.





Senja terus menjadi dekat. Awan jingga kemerahan menghias langit. Betapa indahnya hari ini. Terima kasih cinta. Terima kasih masih mencintaiku sampai saat ini. Saya takkan menyia- nyiakanmu lagi, semacam dahulu. Itu takkan terjalin lagi.












Contoh Cerpen Singkat Pengalaman





Contoh Cerpen Singkat Pengalaman




Kehidupan di Luar Alam Bawah Sadarku






Banyak yang bilang kalau mimpi merupakan bagaikan bunga tidur. Mimpi terkadang indah tetapi terdapat yang getir. Mimpi terkadang nyata tetapi, mimpi terdapat pula yang saya harapkan itu jadi nyata, namun tidak terjalin.





Saya Ami berusia 17 tahun mau menggambarkan pengalamanku. Pengalaman yang membuat saya khawatir buat kembali lagi.





Sebagian tahun kemudian, di malam hari saya tertidur pulas di sofa tamu, saya tertidur dengan nyenyak dengan wajah tersenyum. Serta kala itu saya terbangun dari tidurku serta Memandang di sekelilingku tidak terdapat satupun orang yang terdapat di rumah pada dikala itu. Saya tidak memandang apa- apa melainkan cuma suara jam bilik yang berdetak begitu keras membuat bulu kudukku merinding yang berbaris dengan rapinya.





Pada malam itu saya cuma sendirian, saya berupaya memanggil mama namun Mama tidak menyahut panggilanku. Saya terus menjadi khawatir serta lama- lama saya kembali ke sofa yang saya tiduri tadi. Saya berupaya membaringkan tubuhku dengan lama- lama dengan membelakangi ruangan. Serta menghadap ke sandaran sofa lama- lama menutup mataku.





Tidak lama setelah itu saya tertidur, saya tertidur dengan nyenyaknya. Datang datang saya bermimpi terdapat yang mendekati di belakangku. Saya jadi khawatir serta merinding, serta datang datang terdapat yang memegang bagian belakangku serta membuat tubuhku refleks membengkok. Saya khawatir, siapa yang menyentuhku serta lama- lama saya memutar kepalaku serta memandang siapa yang terdapat di belakangku. Serta nyatanya saya memandang wujud orang berpakaian putih serta sekejap saya melihatnya serta ia menghilang.





Saya terbangun dari tidurku, posisi tubuhku semacam apa yang lagi saya natural dalam mimpiku barusan. Tubuhku membengkok ke depan seakan olah mimpi yang saya natural itu benar terdapatnya. Serta saya berpikir apa yang sesungguhnya terjalin, apa makna dari mimpi saya barusan?. Saya jadi khawatir serta berupaya memandang kondisi sekitarku dengan ketakutan, saya lama- lama mengembalikan posisi tubuhku ke posisi wajar. Dengan atmosfer ketakutan saya lama- lama menutup mataku serta tertidur. Serta melupakan apa yang baru saja saya natural.





Tidak sebagian lama saya tertidur pulas. Tidak kusangka hari sudah pagi, suara yang merdu terdengar indah di telingaku suara seseorang malaikat yang membangunkanku yang nampak menawan serta wangi. Ia merupakan mamaku. Sehabis mendengar suara Mama membangunkanku saya terbangun serta bergegas ke kamar mandi mensterilkan tubuhku. Sehabis berakhir mandi serta berpakaian saya duduk di samping mama yang lagi santai menyaksikan tv sembari menyuap nasi. Serta saya berupaya menggambarkan pada Mama tentang mimpiku. Mimpi yang membuatku khawatir buat kembali.





Lama- lama saya ceritakan kata- kata demi kata serta Mama paham apa yang saya ceritakan, dengan kata yang lembut Mama membisikkan suatu ke telingaku. Yang membuat saya mau kilat mengetahuinya. Serta Mama mengatakan“ mimpi itu cumalah bunga tidur, yang membawakan kita pada tidur yang lebih nyenyak, jafi kalian jangan khawatir ya, mimpi itu hanya sebaliknya kok. Seakan dalam mimpi terjalin serta realitasnya kita tidak mengalaminya. Jangan khawatir ya sayang.” Dengan lama- lama mama mengusap rambutku serta tersenyun.





“ Iya ma. Saya tidak khawatir kok, kan terdapat Mama yang senantiasa nemenin saya.” Kataku sembari memeluk Mama yang terletak di sampingku.





Serta sehabis mendengar perkataan mama, saya tidak khawatir lagi serta berpikir kalau mimpi cuma bagaikan bunga pengaantar tidurku. Serta mulai melupakan apa yang sudah terjalin denganku serta tentang mimpiku.










Contoh Cerpen Singkat Pendidikan dan Motivasi





Contoh Cerpen Singkat Pendidikan dan Motivasi




Sebelum Kesuksesan






Dikala itu masa masuk sekolah, seluruh padat jadwal menanti pengumuman. Sebaliknya adi sang idiot itu duduk di depan suatu ruang kosong yang lama tidak digunakan, ia duduk serta membaca suatu novel yang tebal.





Ia memanglah sangat populer dengan sifatnya yang pendiam serta cenderung menyendiri, ia senantiasa bawa satu buah novel di tangannya. Dikala tes penentuan kelulusan kemarin ia menemukan nilai paling tinggi di kelas, waktu itu terdapat seseorang anak yang tiba terlambat menjajaki tes, andre begitulah seluruh memanggilnya, ia memanglah suka berangkat terlambat.





“ Tok… tok… tok…!. Assalamualaikum… boleh aku masuk pak?” suara pintu kelas terketuk di lanjutkan dengan suara di balik pintu itu.





“ Walaikumsalam… siapa ya?”. Tanya guru pengawas yang tengah duduk di mejanya.





“ Aku pak, Andre!”. jawabnya dengan lantang.





“ Ya, silahkan masuk”. Jawab pak guru, serta mempersilahkannya masuk.





Dengan kilat andre masuk serta lekas mengambil selembar kertas tes, dengan kilat dia duduk serta mengerjakan, sebab waktu nyaris habis.





“ 5 menit lagi anak anak!”. Suara itu membagikan ciri kalau waktu nyaris habis.





Dari sudut tempat saya duduk nampak andre yang tegang serta buru buru sebab waktunya hendak habis, banyak keringat yang menetes di mejanya, lagi sang idiot itu nampak tenang serta santai.





Serta benar sehabis 5 menit bel berbunyi.





“ Kring… kring… kring…”. Bel petanda selesainya tes saat ini benar benar berbunyi, seluruh partisipan tes menyerukan suaranya.





“ Hore…, kesimpulannya tes berakhir”. Sedangkan anak itu masih mengerjakan tes dengan terburu buru.





“ Waktunya berakhir anak anak. Seluruh kumpulkan kertas ujiannya di depan!”. Perintah pak guru.





“ Baik pak…”. Sahut seluruh partisipan tes. Kecuali sang idiot itu dia tidak mengatakan apa apa dari tadi. Seluruh lekas mengumpulkan kertas ujiannya di meja guru pengawas.





Sehabis tes waktu itu, seluruh siswa padat jadwal mennggu hasil tes yang hendak diumumkan esok.





“ Mungkinkah saya lulus?”. Tanyaku di dalam hati. Kesimpulannya waktu yang ditunggu tiba pula, hari itu datang seluruh siswa tiba ke sekolah serta tertuju pada suatu ruangan tempat pengumuman kelulusan. Datang di situ seluruh rasa tercampur jadi satu.





“ Duk… duk… duk…”. Suara langkah kaki terdengar mendekati ruangan ini, terus menjadi lama terus menjadi keras.





“ Ya alloh…, mudah- mudahan lulus”. Suara harapan itu terus terdengar, seluruh menunggu hasilnya sedangkan sang idiot itu nampak duduk menyendiri, serta tidak menghiraukan seluruh yang terdapat di ruangan itu.





Langkah kaki itu terhenti, nampak salah guruku di depan.





“ Selamat pagi anak anak!”. Sapanya kepada seluruh siswa.





“ Selamat pagi pak!”. Sahut seluruh siswa dengan lantang.





Tanpa banyak bicara lagi pak guru langsung membuka secarik kertas hasil tes kemarin. Kesimpulannya, seluruh perjuangan sepanjang ini hendak didetetapkan hari ini.





“ Seluruh partisipan tes dinyatakan lulus seluruh”. Ucap pak guru, sehabis membaca hasil tes.





“ Alhamdulillah…”. Seluruh menyerukan kata yang sama diruangan itu.





“ Baiklah anak anak. Buat juara III diraih oleh… stevan!. Juara I serta juara ke II diraih oleh adi serta andre!. Buat peraih juara I, II serta III selamat buat kamu”.





Seluruh siswa terdiam serta nampak heran, gimana tidak alasannya stevan anaknya cupu, andre ia suka terlambat berangkat sekolah, serta adi sang idiot itu ia tidak sempat bersosialisasi dengan sahabat temannya. Sebaliknya saya terletak pada peringkat ke IV dibawah anak cupu itu.





Sehabis pengumuman seluruh kembali kembali ke rumah masing masing, saya yang masih merasa aneh dengan hasil tes yang di informasikan pak guru terus memikirkannya hingga di rumah. Bisa jadi seperti itu hasil kerja keras mereka sepanjang ini, yang seluruh orang tidak ketahui. Serta dari pengalaman yang saya natural saya dapat belajar buat lebih menghargai orang serta tidak menggapnya sebelah mata.










Contoh Cerpen Singkat Remaja dan Lucu





Terlalu Polos





Contoh Cerpen Remaja dan Lucu





Ucep seseorang pemuda yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan(SMK). Meski umurnya telah 18 tahun tetapi ia masih polos. Sebab kepolosannya dia kerap ditipu oleh sahabatnya. Sampai sesuatu hari peristiwa memalukan menimpanya.





Pada dikala itu Ucep lagi tertarik kepada seseorang perempuan satu kelasnya. Dia kerap menyapa serta mengobrol dengan perempuan itu, dengan harapan si pujaan memiliki rasa yang sama dengannya. Namun perempuan itu tidak memiliki rasa suka kepada Ucep, sebab Ucep sangat polos buat dicintai.





Sahabat Ucep telah tau kalau Ucep lagi mabuk cinta. Temannya yang bernama Aryo memiliki ilham jail buat mengerjai Ucep, ia juga berdiskusi dengan Hendra serta Atep. Mereka merancanakan suatu buat menjebak Ucep.





Jam rehat Ucep lagi menyantap santapan di kantin, dihampirinya 3 orang tadi. Mereka mengatakan kepada Ucep, mereka dapat membantunya buat memperoleh cinta si pujaan hatinya itu. Mendengar itu, Ucep merasa bahagia, dia percaya dengan dibantu oleh temannya. Dia dapat kilat memperoleh perempuan yang disukainya itu.





Aryo, Atep serta Hendra berjanji hendak berdialog pada Mita si pujaann hati Ucep, serta mebujuk ia buat ingin mencermati Ucep. Tetapi pada realitasnya mereka bertiga tidak mengatakan apa apa pada Mita.





2 hari sehabis itu, mereka bertiga menemui Ucep, serta mengatakan padanya kalau Mita sesungguhnya memanglah suka pada Ucep. Serta mereka percaya apabila Ucep mengutarakan perasanya saat ini, tentu Mita bakal menerimanya.





Ucep yang berwajah polos itu, yakin apa yang dibilang mereka. Mita pula bilang kepada mereka bertiga, jika ingin menembaknya ia mau di depan universal semacam di kantin pada waktu rehat. Dengan mudahnya Ucep terpedaya perkataan mereka. Ucep dengan yakin diri hendak melaporkan cintanya di kantin pada waktu rehat.





Bel rehat berbunyi, Ucep bersiap siap berangkat mengarah kantin. Dengan mengenakan minyak rambut dia menyisir rambutnya ke arah kiri. Setibanya di kantin matanya mencari Mita diantara puluhan orang yang memadati kantin.





Ucep memandang Mita lagi berkumpul bersama sahabatnya di bangku tengah. Ucep lekas menghampirinya, sehabis terletak di hadapannya dia berlutut kemudian memegang tangan kanan Mita. Sontak mata seluruh orang tertuju padanya. Suara yang sebelumnya ramai mendadak jadi sepi. Setelah itu Ucep dengan lantang melaporkan cinta pada Mita.





Seluruh orang bersorak apalagi tertawa memandang peristiwa itu. Mita yang kelihatannya malu kala itu, lekas membebaskan tangannya yang dipegang Ucep kemudian dia berlari keluar dari kantin.





Seluruh orang juga tertawa terbahak- bahak, Ucep yang ditinggalkan tanpa jawaban oleh Mita merasa sangat malu. Dia juga berlari mengarah kelas serta menangis. Hatinya seolah hendak sirna lebur tidak tersisa, yang tersisa dalam dirinya hanya penyesalan.










Itu lah contoh cerpen singkat berikut pengertian cerpen, struktur cerpen, dan usur-unsur cerpen. Semoga bermanfaat artikel tentang contoh cerpen singkat ini.


Posting Komentar untuk "4 Contoh Cerpen Singkat serta Penjelasan Mengenai Cerpen"