Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karya Tulis Ilmiah: Jenis-jenis dan Cirinya


Mahasiswa dan pelajar termasuk kamu tentu sudah akrab dengan tugas karya tulis ilmiah dari dosen atau guru. Karya tulis ilmiah merupakan jenis laporan tertulis dimana di dalamnya berisi penjelasan hasil penelitian dari penyusun.





Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah





Karya tulis ilmiah jelas berbeda dengan tulisan non-ilmiah. Yang membedakan karya tulis ilmiah dengan tulisan non-ilmiah antara lain :





  1. Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka berpikir) di dalam pembahasan masalah.
  2. Lugas, tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain atau ambigu.
  3. Logis, disusun berdasarkan urutan yang konsisten dan masuk akal.
  4. Efektif, ringkas, padat dan jelas.
  5. Efisien, hanya mempergunakan kata atau kalimat yang efektif dan mudah dipahami.
  6. Objektif  berdasarkan fakta, setiap informasi yang ada dalam kerangka karya tulis ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya, dan konkret.
  7. Sistematis, baik penulisan dan pembahasan sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku (setiap prosedur dan sistem bisa berbeda-beda).




Macam dan Jenis Karya Tulis Ilmiah





Ada jenis karya tulis ilmiah yang mengharuskan penulisnya untuk menganalisis topik dengan mengacu pada teori dari para ahli dan harus bisa dipertanggungjawabkan. Agar kamu tak bingung, berikut jenis-jenis karya tulis ilmiah yang harus diketahui.





Ada setidaknya 6 macam karya tulis ilmiah yang ada, antara lain :





1. Artikel Ilmiah





Adalah karya ilmiah dengan materi berupa penjelasan argumentasi penyusun dari topik atau permasalahan yang diteliti dengan mengaitkannya pada teori yang relevan.





Lazimnya artikel ilmiah adalah salah satu karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah atau bentuk repositori lainnya. Jadi tulisan jenis ini disusun berlandaskan pada hasil penelitian yang ditulis sesuai ketentuan penulisan yang sudah ditentukan.





Bentuk karya ilmiah yang satu ini tak sama dengan artikel biasa yang sering ditemukan di surat kabar, majalah atau konten online. Artikel ilmiah mesti mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku umum.





Umpamanya saja, penyusun harus memasukkan dasar teori dari para pakar untuk mendukung argumentasi yang disampaikan penyusun. Hal itu sebagai bentuk analisis penyusun dari sebuah topik sesuai dasar teori tertentu untuk pijakannya.





Sedangkan artikel jurnalistik cuma semata argumentasi subjektif penulis yang tak berlandaskan dasar teori tertentu. Prosedur menyusun artikel ilmiah agak berbeda dibanding membuat artikel biasa.





Artikel ilmiah menggunakan prosedur ilmiah yang disusun secara sistematis. Adakalanya artikel ilmiah pun menyuguhkan statistik dan fakta untuk menguatkan penjelasan.





2. Makalah





Karya tulis ilmiah jenis ini tak sama seperti artikel ilmiah di atas. Makalah dapat didefinisikan sebagai karya tulis ilmiah dengan pembahasan masalahnya berbasis data yang didapatkan di lapangan secara empiris objektif.





Makalah lazimnya dijelaskan dalam suatu seminar berbentuk presentasi. Akan tetapi, boleh pula dipresentasikan di depan kelas. Pembeda antara makalah dengan artikel ilmiah yaitu obyek penelitian yang dipilih.





Baca juga: Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar





Makalah adalah hasil laporan penelitian lapangan misalnya kunjungan ke tempat wisata arkeologis atau study  tour sekolah pun termasuk. Kecuali itu, makalah pun tak menggunakan landasan dasar teori dari para ahli sebagaimana tersaji dalam artikel ilmiah.





Materi yang ditulis pun tak benar-benar penting sebagaimana jenis karya ilmiah yang lain. Makalah ditulis dalam format sederhana akan tetapi masih berpedoman ke aturan tata cara penulisan.





3. Paper





Termasuk salah satu jenis karya ilmiah yang sering ditugaskan kepada para mahasiswa. Materi yang ada dalam paper relatif sama dengan artikel ilmiah hanya saja tanpa digunakannya aturan penulisan spesifik misalnya penggunaan bab dan sub-bab. Paper umumnya cuma tersusun dari beberapa halaman saja.





4. Skripsi





Jenis karya tulis ilmiah yang satu selalu dikaitkan dengan tugas akhir mahasiswa. Sebab, skripsi merupakan syarat wajib bagi mahasiswa agar lulus dan menyandang gelar Sarjana (S1).





Menyusun skripsi dikerjakan mahasiswa di semester akhir masa perkuliahan. Relatif serupa dengan artikel ilmiah, penyusunan skripsi pun wajib mendasarkannya dengan berbagai dasar teori yang ada.





Penyusunan karya ilmiah ini pada dasarnya adalah menguji sebuah teori yang diaplikasikan ke suatu topik yang dipilih penyusun. Laporan penulisan umumnya berbentuk analisis atau pembuktian dari penyusun.





Analisis yang dijelaskan dalam skripsi terbagi dalam 2 metode penelitian ialah penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif yaitu suatu metode dimana memberikan deskripsi atau penjabaran dari suatu topik.





Sedangkan penelitian kuantitatif yaitu metode dengan kecenderungan menyuguhkan analisis berbentuk angka-angka statisitik sebagai bentuk pembuktian argumentasi yang diyakini penyusun.





5. Tesis





Kamu juga harus tahu apa itu Tesis. Bentuk karya tulis ilmiah ini hampir serupa dengan skripsi. Yang membedakan adalah, tesis disusun oleh mahasiswa pascasarjana atau S2 untuk syarat wajib menuntaskan perkuliahan.





Bila hasil pengujian tesis ini lulus maka mahasiswa tersebut berhak menyandang gelar Magister. Bilamana skripsi disusun menurut argumentasi subjektif  penulis dengan tetap mendasarkan pada dasar teori yang ada maka tesis disusun dengan memberikan analisis lebih komprehensif berdasarkan teori yang ada.





Tidak sebatas itu saja tesis pun dapat berbentuk inovasi produk baru misalnya sarana pembelajaran bagi siswa atau berbagai aspek yang berhubungan dengan mata kuliah yang dipilih.





6. Disertasi





Sebagaimana kamu telah mengetahuinya, strata perkuliahan diklasifikasikan menjadi strata 1 (S1), strata 2 (S2), dan strata 3 (S3). Mahasiswa S1 dan juga S2 harus menyusun karya ilmiah berbentuk skripsi dan tesis sebagaimana telah dijelaskan di atas.





Sementara disertasi ditujukan untuk mahasiswa strata 3 dimana nantinya setelah lulus akan mendapatkan gelar Doktor atau Dr. Gelar tersebut bila dikeluarkan oleh universitas di luar negeri adalah Ph.D.





Penyusunan jenis karya ilmiah ini didasarkan pada penemuan atau teori baru yang dibuat penyusun. Menyusun disertasi tentu saja tak mudah dan paling rumit dibandingkan dengan skripsi dan tesis.





Kesimpulan





Sebagai pelajar dan mahasiswa, sudah sepantasnya kita mengetahui macam-macam karya tulis ilmiah berikut ciri-cirinya. Ada setidaknya 6 jenis karya tulis ilmiah yang ada di Indonesia.





Terima kasih, semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "Karya Tulis Ilmiah: Jenis-jenis dan Cirinya"